Tepat Minum Obat
- Cek Label
Baca
baik-baik label obatnya, terutama kalau kita membeli obat bebas yang
nggak memerlukan resep dokter. Lihat tanggal kadaluarsa dan perhatikan
isi obat tersebut. Yang paling penting juga, jangan sampai obat tersebut
mengandung zat yang bisa memicu alergi buat kita.
- Dosis Pas
Minum
obat sesuai dosis yang dianjurkan. Soalnya, menurut Patrick J.
McDonnel, dosen di Temple University of Pharmacy di Philadelphia,
sebagian besar obat memiliki efek samping yang nggak bagus kalau diminum
berlebihan. Jadi, kalau dosisnya satu tablet, jangan ditambah jadi dua
atau tiga, ya.
- Tepat Waktu
Setiap
obat diminum dengan waktu yang berbeda-beda. Ada yang satu kali sehari,
ada juga yang tiga kali sehari. Kalau kita harus minum obat tiga kali
sehari, berarti menghitungnya adalah 24 jam dibagi tiga. Itu berarti
kita harus minum obat tersebut setiap 8 jam. Jeda waktu ini dimaksudkan
untuk memberikan waktu yang cukup lama untuk obat itu bekerja di tubuh
sebelum dibuang lagi melalui keringat, urin, atau feces.
- Sesudah atau Sebelum Makan?
Sebagian besar obat memang paling baik diminum sesudah makan. Soalnya,
pada saat itu lambung kita sudah selesai menyerap makanan sehingga
proses penyerapan obat pun nggak terganggu. Tapi, ada beberapa obat yang
memang lebih baik dikonsumsi sebelum makan. Jadi, sebaiknya kita
mengikuti saja petunjuk dari dokter.
- Habiskan Antibiotik
Resep
antibiotik dari dokter harus dihabiskan meskipun kita merasa sudah
membaik. Soalnya, dokter sudah memberi takaran obat untuk waktu tertentu
sehingga kuman penyakit tersebut akan mati. Kalau obat nggak
dihabiskan, kita membuka peluang buat si kuman penyakit balik lagi ke
tubuh kita karena nggak ditumpas sampai habis.
- Air Putih Saja
. 
Obat
memang paling baik diminum dengan air putih. Minum obat dengan teh bisa
menghambat penyerapan obat dalam tubuh. Sedangkan kalau diminum dengan
susu, bisa menimbulkan reaksi tertentu yang juga bikin khasiat obat jadi
hilang- Jangan Dicampur